Minggu, 24 Mei 2009

sepenggal kisah "the kite runner"

Novel ini gw baca lebih dulu dibanding ATSS (A Thousand Splendid Suns)
hasilnya adalah: Menyentuh, liris, dramatis, filmis...

penggalan kisah ini gw copypaste dari :
http://indonezee.blogspot.com/2009/05/kite-runner-1st-novel-khaled-hosseini.html

Cerita tentang persahabatan antara Amir dengan Hassan. Amir adalah anak dari seorang saudagar kaya yang biasa dipanggil Agha Shahib. Seorang anak yang kurang mendapat kasih sayang dari ayahnya sejak ibunya meninggal. Menurut Amir, Agha Shahib tidak begitu menyukai dirinya karena ia dianggap sudah membunuh ibunya. Iya, ibunya meninggal saat melahirkannya. Jadilah ia seorang nak yang tertutup dan kurang pemberani. Sedangkan hassan adalah anak pembantunya yang begitu setia dengan Amir. Bahkan ia selalu pelindung Amir. Namun kesetiaan Hassan tidak mendapat timbal balik. Saat Hassan mendapatkan masalah ( pelecehan seksual ), Amir justru lari dari masalah tersebut. Lagi-lagi ini karena Amir adalah anak yang kurang punya nyali. Sejak saat itu ia merasa bersalah dengan Hassan. Tapi ia tak bisa berbuat banyak kecuali diam. Hal inilah yang terus menyiksa Amir. Setiap ia berhadapan dengan Hassan rasa bersalahnya selalu muncul. Sehingga suatu saat ia berniat mengusir Hassan dari rumahnya dengan memberi saran agar ayahnya mencari pembantu lain. Tapi usahanya harus gagal karena ayahnya tidak menyetujuinya. Tapi ternyata menyusun sebuah rencana dengan memfitnah Hassan telah mencuri jam tangannya. Sejak kejadian itu Hassan dan Ali, ayahnya pergi dari rumah yang sudah Ali tinggali 40 tahun.

Negara Afghanistan diusik oleh Rusia dan pemberontakan terjadi di mana-mana. Hal inilah yang akhirnya membuat Agha Shahib harus mengungsi ke California, Amerika Serikat. Di sana mereka menjalani kehidupan barunya. Dan di sana pula Amir tumbuh menjadi remaja dan sukses menjadi penulis.

Suatu hari ia mendapat telpon dari teman ayahnya, Rahim Khan yang saat itu tinggal di Palestina. Ia meminta Amir agar segera menemuinya. Setelah bertemu Rahim Khan, Amir mendapat sebuah berita duka. Sebuah berita tentang kematian Hassan. Ia sangat terpukul dengan kabar itu. Rasa bersalahanya kembali muncul saat ia mengingat masa kecilnya bersama Hassan. Apalagi setelah ia mendengar cerita dari Rahim Khan bahwa ia dan Hassan adalah saudara. Iya, ayahnya pernah berselingkuh dengan istri Ali dan melahirkan Hassan. Satu lagi, Rahim Khan meminta Amir untuk menjemput putra Hassan, Sohrab yang sedang ditahan oleh kaum pemberontak di Afghanistan. Demi menebus rasa bersalahnya kepada almarhum Hassan, Amirpun menyanggupinya. Padahal untuk mendapatkan Sohrab bukan perkara yang mudah. Ia harus memasuki Afghanistan yang sedang kacau. Ia harus bertemu dengan kaum pemberontak yang bisa membahayakan nyawanya.

Bagaimana petualangan Amir untuk menebus rasa bersalahnya kepada sang Adik?

The Kite Runner, sebuah novel yang bagus. Khaled Hossaeni mampu menceritakan sebuah cerita yang ok banget. Ia mampu mengajak pembaca untuk tersenyum atau menangis. Ia mampu mengajak pembaca untuk ikut larut disetiap detail ceritanya. LUAR BIASA !!!

karya laen Khaled Hossaeini


Gw copy paste dari :
Hernadi's review
ceritanya asik dan mengharu biru... menyesakkan, menyentuh, sekaligus mencerahkan.
ini diyah....

Di ranah perbukuan internasional sebelum tahun 2003, tak seorangpun mengenal Khaled Hosseini, pria kelahiran Afghanistan lulusan San Diego School of Medicine yang sempat membuka praktik selama 10 tahun sebagai seorang dokter di Amerika. Namun di pertengahan tahun 2003 namanya tiba-tiba menjadi buah bibir dimana-mana. Bukan karena kepiawaiannya menangani masalah medis, melainkan karena kemahirannya merangkai cerita yang dirawinya menjadi sebuah novel yang diberinya judul “The Kite Runner “ (2001).

Novel perdananya yang berlatar belakang persabatan dua bocah Afghanistan disela-sela berkecamuknya perang saudara di Afghanistan meraup sukses luar biasa dan menjadi buku terlaris sepanjang 2005. The Kite Runner bertengger selama lebih dari 2 thn di daftar New York Times bestseller. Terjual lebih dari 8 juta kopi di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam 42 bahasa. Filmnya sendiri telah dibuat oleh Paramount Picture, dan kabarnya akan diputar di bioskop-bioskop Indonesia pada Februari 2007.

Kesuksesan TKR mengantar Khaled Hosseini menjadi duta besar keliling UNHCR yang salah satu tugasnya mengunjungi para pengungsi di sejumlah negara yang sedang berada dalam konflik termasuk Afghanistan. Di tanah kelahirannya ini ia sempat mewawancarai sejumlah wanita Afghan yang kelak akan mengilhaminya untuk membuat novel keduanya yang diberinya judul A Thousand Splendid Suns

Novel ini mengambil setting di Afganistan antara tahun 1964 hingga tahun 2003. Tokoh utamanya adalah dua orang perempuan bernama Mariam dan Laila. Keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda, usia yang berbeda, dan memiliki sifat yang bertolak belakang, namun sebuah peristiwa akhirnya mempertemukan mereka dan membuat keduanya harus menjalani berbagai kepedihan hidup ditengah situasi perang yang memporak porandakan kota dimana mereka tinggal.

Bab-bab pertama pertama novel ini mengisahkan kisah Mariam, seorang harami (anak haram) hasil hubungan gelap Jalil dan Nana, antara majikan dan pembantunya. Karenanya Nana disingkirkan oleh keluarga Jalil dan tinggal di sebuah desa terpencil bersama Mariam. Sedangkan Jalil hidup bersama ketiga istri sahnya di Herat. Walau Jalil tak pernah mengakui Mariam sebagai anaknya secara sah, namun seminggu sekali Jalil tetap mengunjunginya.

Saat Mariam akan berulang tahun yang ke 15, ia meminta agar ayahnya mengajaknya menonton film Pinokio di bioskop milik ayahnya di Herat. Jalil menjanjikannya. Namun malangnya saat yang dinanti-nantikannya berbuah kekecewaan, ayahnya tak datang untuk menjemputnya. Mariam nekad pergi sendiri menuju Herat untuk menemui ayahnya. Kenekatan Mariam harus dibayar mahal, sepulang menemui ayahnya, Mariam menemukan ibunya tewas gantung diri.

Setelah ibunya meninggal, Mariam diasuh oleh ayahnya. Namun bukan kebahagiaan yg ditemuinya. Ketiga istri Jalil tak menerima kehadiran Mariam. Ia dianggap aib bagi keluarganya, karenanya mereka mendesak Jalil untuk segera menikahkan Mariam dengan Rasheed, seorang duda tua pengusaha sepatu di Kabul. Inilah taktik bagi ketiga istri Jalil untuk menghapuskan jejak skandal memalukan suami mereka. Membuang Mariam ke Kabul yang berjarak enam ratus limapuluh kilometer dari Herat dengan menikahkannya.

Mariam akhirnya menikah dengan Rasheed. Awalnya tak ada yang meresahkan dalam pernikahan mereka kecauli sikap Rahseed yang over protektif terhadap Mariam. Karena Rasheed pernah kehilangan anak laki-laki dari pernikahannya terdahulu, ia berharap memiliki anak laki-laki dari Mariam. Sayangnya harapan Rasheed sirna karena berkali-kali Mariam mengalami keguguran. Sikap Rasheed menjadi berubah, selalu murung dan lekas marah. Kehidupan pernikahan mereka menjadi tak bahagia. Kesalahan sekecil apapun yang dibuat Mariam membuat Rasheed tak segan-segan memukul, menampar, atau menendang Mariam.

Lalu ada pula tokoh Laila, seorang gadis berusia sembilan tahun yang cerdas yang dilahirkan dari keluarga yang sadar akan pentingnya pendidikan. Laila tinggal bersama ayah dan ibunya di Kabul, dua orang kakak laki-lakinya gugur ketika berjuang bersama Mujahidin melawan Soviet. Hal ini menyebabkan ibunya menderita kepedihan yang amat dalam sehingga ibunya menutup diri dan nyaris gila. Laila juga bersahabat dengan seorang pria yang bernama Tarig yang seiring dengan bertambahnya usia mereka, mereka saling jatuh cinta.

Ketika Laila berusia lima belas tahun sebuah tragedi memisahkan Laila dari keluarganya dan kekasihnya Tariq. Laila kemudian diasuh oleh Rasheed dan Mariam yang rumahnya tak jauh dengan rumah Laila. Tanpa memerhatikan perasaan Mariam, Rasheed akhirnya menikahi Laila dan mulailah babak baru dalam kehidupan Mariam dan Laila. Awalnya Mariam selaku istri yang dimadu membenci Laila, apalagi Rasheed semakin merendahkan posisi Mariam dengan mengharuskan Mariam untuk melayani segala keperluan Laila.

Namun lambat laun kebencian Mariam pada Laila luntur ketika akhirnya keduanya mendapat perlakuan yang kasar dari Rasheed. Kekerasan dalam rumah tangga mewarnai kehidupan mereka. Mariam dan Laila harus mengalami penderitaan yang berlipat, selain mengalami penindasan dari suaminya sendiri, mereka juga harus bertahan mengahadapi situasi diluar yang tidak menguntungkan bagi para wanita. Kesamaan nasib yang mereka alami ini akhirnya melahirkan sebuah persahabatan yang membuat mereka memiliki kekuatan untuk mengarungi kerasnya hidup hingga seribu mentari surga yang bersembunyi di balik dinding menampakkan cahayanya.

Persahabatan antara Mariam dan Laila dan bagaimana mereka berjuang untuk mempertahankan hidup mereka inilah yang menjadi inti cerita dari novel kedua Khaled Hossaeini ini. Sebenarnya kisah yang diangkat oleh Hosseini ini adalah kisah melodrama yang umum. Kisah keluarga berpoligami dimana terdapat kecemburuan dan kekerasan dalam rumah tangga layaknya sinetron-sinetron TV.

Namun dari sebuah tema melodramatik yang umum, dengan piawai Kahled Hosseini berhasil mengemas kisahnya dengan gambaran latar belakang situasi politik dan realitas sosial Afghanistan sejak Soviet masih berkuasa hingga jatuhnya Taliban. Latar inilah yang membuat novel ini memiliki daya tarik tersendiri dan istimewa. Jika saja tanpa deskripsi latar realitas Afghanistan bisa dipastikan novel ini hanyalah sekedar kisah drama dengan pergolakan emosi yang menyentuh hati pembacanya (walau tak sekuat The Kite Runner).

Dibanding dengan novel pertamanya, latar belakang kehidupan sosial dan politik di novel ini tampak lebih detail dan kronologis. Khaled merinci tahun dan pihak-pihak yang bertikai pada saat itu. Ia juga menyelipkan nama-nama riil tokoh politik dan pejuang-pejuang baik dari pihak Najibullah, Mujahidin, dan Taliban. Dengan demikian pembaca awam dapat memahami berbagai pergantian pemerintahan di Afghanistan secara kronologis.

Pembaca juga diajak melihat bagaimana gambaran penderitaan rakyat Afghanistan akibat peperangan yang terus berkecamuk, roket-roket berjatuhan di kota Kabul, penduduk sipil meregang nyawa dengan tubuh yang tercerai berai, gerak kaum perempuan dibatasi dimana Taliban mewajibkan semua wanita untuk tinggal di dalam rumah sepanjang waktu, tidak boleh bersekolah dan tidak boleh bekerja. Sedangkan laki-laki diwajibkan memelihara janggut, memakai serban, dll.

Tak hanya pembatasan gerak terhadap wanita, apresiasi seni dan kebudayaanpun diharamkan. Dilarang menyanyi, dilarang menari, para musisi dipenjara. Karya-karya seni yang dianggap bertentangan dengan Islam dihancurkan, bahkan Taliban tak segan-segan meluluh lantakkan patung Budha raksaksa di Bamiyan yang merupakan situs sejarah terbesar Afganistan yang berusia dua ribu tahun. Berbagai gambaran situasi Afghan itulah yang turut membangun kisah Mariam dan Laila menjadi semakin kuat, menyentuh sekaligus berwawasan karena menyajikan potret kehidupan masyarakat Afghanistan secara utuh.

Tema yang diangkat di novel ini pun tampaknya lebih dekat dengan kondisi di Indonesia dimana masalah poligami dan kekerasan dalam rumah tangga juga masih menjadi problema dalam kehidupan perempuan di Indonesia. Karenanya bukan tak mungkin novel yang hingga kini masih bertengger dalam bestseller versi the New York Times ini di Indonesia akan lebih laris dibanding The Kite Runner.

Hanya berselang 7 bulan semenjak dirilisnya novel aslinya, terjemahan novel ini kini telah beredar di toko-toko buku. Penerbit Qanita masih mempercayakan novel kedua Khaled ini diterjemahkan oleh penerjemah yang sama dengan novel pertamanya, yaitu Berliani M. Nugrahani. Langkah yang tepat karena setidaknya penerjemah telah memiliki modal dan pengalaman dalam menerjemahkan karya Khaled yang penuh dengan kalimat-kalimat indah dan menyentuh.

Bagi penerjemah sendiri menurut pengakuannya ia tak menemui kesulitan yang berarti dalam menerjemahkan novel ini. Dalam blognya ia mengungkap, bahwa menerjemahkan novel ini adalah sebuah petualangan yang sangat berkesan baginya. Ia menambahkan bahwa menerjemahkan novel ini adalah salah satu mimpi yang jadi kenyataan buat semua penerjemah. Dengan antusiasme yang besar dari penerjemahnya tak heran jika novel diterjemahkan dengan sangat baik sehingga pembaca tidak akan menemui kesulitan untuk menikmati novel ini.

Sebuah review atas novel ini yang dimuat di koran Sindo ( 20/1/2008) yang ditulis Denny Ardiansyah mengungkap bahwa penerjemah novel ini abai dalam menerjemahkan kosa kata dalam bahasa Afghanistan. Namun saya rasa hal ini tidaklah tepat, memang novel ini menyertakan puluhan kosa kata Afghanistan namun pada kalimat berikutnya apa yang dimaksud dalam kata-kata asing tersebut selalu dijabarkan. Jadi walau tanpa terjemahan dan tanpa glosarry, pembaca pasti akan memahami makna kalimat tersebut. Dan lagi ketika saya mencek ke naskah aslinya yang ditulis Khaled dalam bahasa inggris, Khaled pun tak menerjemahkan secara langsung kosa kata Afghan tersebut kedalam bahasa Inggris.

Akhirnya novel ini memang sangat layak untuk diapresiasi. Apa yang disajikan oleh Khaled pada novel ini membawa kita pada makna sebuah persahabatan dan pengorbanan cinta, kesabaran tanpa batas, penderitaan kaum perempuan karena kekerasan dalam rumah tangga dan kungkungan rezim otoriter, semangat hidup di tengah pudarnya harapan, dan ironi pahit sebuah peperangan yang selalu digagas atas nama keadilan namun selalu berbuah penderitaaan bagi warga sipil.

Senin, 16 Maret 2009

dibalik fenomena facebook





MARK Zuckerberg, Pendiri facebook

Semua orang yang maen internet pada tergila2 fenomena facebook...

Jaringan sosial ini telah membuat banyak orang lupa segalanya.....

yang penting membangun jaringan, tapi apa yang terjadi pada pendiri facebook itu sendiri?

Inilah ceritanya.....

MARK Zuckerberg pendiri Facebook mendapat tuntutan hukum dari ConnectU, atas tuduhan pencurian ide jaringan sosial tersebut.

ConnectU melakukan tuntutan ini karena menilai Zuckerberg mengambil ide dan gagasan Tyler and Cameron Winklevoss dalam mendirikan Facebook. Ide itu diklaim milik mantan teman sekamar Mark Zuckerberg saat masih kuliah.

Mark Zuckerberg dituntut dengan nilai uang sebesar 65 juta Dolar AS atau setara dengan Rp 715 miliar (kurs Rp 11.000).

Firma hukum Quinn Emanuel Urquhart Oliver & Hedges ditunjuk untuk menjalani proses hukum ini.
Mereka juga telah mengumumkan kasus ini pada iklan brosur bulan Januari, dan telah mempersiapkannya sejak tahun lalu. Di antaranya penyelesaian sebesar 65 juta dollar Amerika dengan Facebook.

Pengacara Quinn Emanuel yang mewakili ConnectU dalam penuntutan perkara yang penyelesaian pada bulan Juni tahun lalu.

Persyaratan finansial dalam penyelesaian perkara ini telah diumumkan dokumen pengadilan dan tidak diungkapkan oleh Facebook. “Kami tidak bisa memberikan keterangan dalam sebuah perjanjian rahasia,” kata Facebook

Pendiri ConnectU Tyler and Cameron Winklevoss mengklaim telah mendaftar kepada Zuckerberg untuk menyelesaikan kode software situs jaringan sosial ketika mereka masih menjadi mahasiswa Harvard tahun 2003.

Zuckerberg, mahasiswa tahun kedua pada waktu itu , mengambil kode dan gagasan mereka lalu mendirikan Facebook pada bulan Februari tahun 2004, dan mengakhiri perjanjian mereka, berdasarkan tuntutan hukum ConnectU’s.

Pengacara dan penasehat hukum pendiri Facebook dan ConnectU mengadakan negoisasi penyelesaian yang mencakup pembelian ConnectU oleh Facebook yang dirahasiakan jumlah uang tunai dan sahamnya, berdasarkan dokumen pengadilan.

Perjanjian ini meminta semua pihak menjaga rahasia rincian atau membayar penalti multi-juta dolar Amerika.

Sumber : KASKUS.US



Kamis, 05 Maret 2009

Pentingnya ASI


Maaf, fotonya, ini bukan pornografi tapi education.


ASI (Air Susu Ibu) memang merupakan gizi yang paling baik bagi bayi baru lahir.
Anakku sebagai Laboratorium perawatan bayi menunjukkan hal tersebut.

Yang sulung, tidak minum ASI sejak lahir tapi minum susu formula. Bener2 capek dibuatnya...
malam hari sebentar2 minta minum2, terpaksa termos air dibawa ke kamar.
Sulung ini cuma 2-3 hari minum ASI, selebihnya tidak mau. Tidak ada alasan yang jelas.
Ibunya sendiri juga bingung.

Sementara yang kecil, justru sebaliknya..
Tidak mau makan atau minum susu formula sejak lahir sampai kira2 umur 1 tahun...
Dan setelah umur 1 tahun baru mau makan nasi, itu pun dengan rayuan maut...
Habisnya, kadang ibunya tidak sanggup memenuhi permintaan ASInya..
Kuat banget minum ASI...

Tapi perkembangan keduanya sedikit berbeda, walaupun keduanya gw akui pinter-pinter.
diatas kemampuan rata-rata, bahkan si sulung langganan juara kelas di SD.
Sedangkan si kecil, walaupun umurnya paling kecil di TK (3,5 tahun), waktu pembagian raport dapet 5 besar dari 35 siswa. Prestasi yagn lumayan.


Tapi aku saranin buat ibu dan bapak2 yang punya bayi... terusin pemberian susunya.
biar anak sehat, kuat, dan pinter.

Nih... artikelnya...

Mencerdaskan Anak dengan ASI
Gizi.net - Memberi ASI secara eksklusif dalam jangka panjang mempertajam pengembangan daya pikir anak.

Kasih ibu sepanjang masa. Ungkapan ini agaknya akan kian terbukti jika memiliki hasil penelitian terbaru mengenai air susu ibu (ASI). Penelitian ini kian menguatkan pendapat bahwa ASI ketika dewasa akan lebih cerdas dari bayi yang hanya diberikan susu formula.

Tim peneliti di Universitas McGill, Kanada, menemukan bahwa bayi yang mendapat ASI memiliki hasil lebih baik pada tes intelligent quotient (IQ) pada usia enam tahun. Tetapi para peneliti tidak yakin apakah hal itu disebabkan oleh air susu ibu itu sendiri atau dari kedekatan hubungan ibu dengan bayinya ketika menyusui.

Penelitian terhadap hampir 14 ribu anak ini adalah yang terbaru dari serangkaian laporan yang menemukan kaitan positif ASI dan kecerdasan. Studi terbaru ini memasukkan faktor kecerdasan dengan cara mengikuti perkembangan anak-anak yang lahir di sejumlah rumah sakit di Belarus, yang meluncurkan kampanye ASI.



Namun demikian, ada satu masalah yang dihadapi pada penelitian tersebut. Yaitu, kesulitan dalam menemukan apakah hasil itu terkait dengan kebiasaan menyusui di kalangan ibu dari keluarga yang lebih makmur dan apakah keadaan sebuah keluarga menjadi faktor sebenarnya yang menentukan pembentukan kecerdasan anak.

Menurut laporan Archives of General Psychiatry seperti dilansir BBC News, para ilmuwan asal Kanada itu menemukan fakta bahwa bayi-bayi yang diberi ASI saja selama tiga bulan pertama, walaupun banyak di antaranya juga mendapat ASI sampai 12 bulan, mencapai angka rata-rata 5,9 dalam tes IQ. Para guru juga menilai anak-anak itu memiliki kemampuan akademik lebih tinggi dalam membaca dan menulis, dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mendapat ASI

Kepala penelitian itu Profesor Michael Kramer mengungkapkan, memberi ASI secara eksklusif dalam jangka panjang tampaknya mempertajam pengembangan daya pikir anak. ''Meski perbedaan itu terlihat, masih belum jelas apakah keuntungan yang kami amati dari ASI itu disebabkan oleh zat yang terdapat di dalam air susu ibu atau terkait dengan kedekatan hubungan fisik dan sosial antara ibu dan bayi dalam proses menyusui,'' jelasnya.

Kandungan asam lemak (fatty acid) di dalam ASI selama ini diduga meningkatkan kecerdasan, tetapi laporan itu mengatakan aspek kedekatan fisik dan batin dalam proses menyusui mungkin mendorong perubahan permanen pada otak bayi yang sedang berkembang. Para peneliti juga mengatakan, menyusui bayi mungkin meningkatkan interaksi dengan kata-kata dari ibu ke anak, yang bisa membantu pengembangan kemampuan otak bayi. ''Pemberian ASI harus terus digiatkan,'' tegasnya.

Tak hanya persoalan kecerdasan, selama ini pemberian ASI sebenarnya juga disebut-sebut memberikan gizi lengkap secara alami. Pasalnya, air susu ibu memberikan juga banyak keuntungan penting. Keseimbangan yang tepat antara protein, karbohidrat, lemak, dan mineral menyebabkan air susu ibu mudah dicerna, sehingga jarang sekali menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare.

Di Inggris, pemerintah merekomendasikan para ibu untuk menyusui bayinya selama enam bulan pertama. Tetapi, penelitian itu memperlihatkan meski tiga perempat ibu pada awalnya memberikan ASI kepada bayinya, hanya satu dari empat ibu yang tetapi memberi ASI hingga enam bulan. Rosie Dodds, dari organisasi kesehatan anak dan bayi, National Childbirth Trust, mengatakan, penelitian tersebut sudah jelas menambah dan menguatkan bukti positif dari manfaat air susu ibu. ''Dan menurut saya, yang dibutuhkan sekarang adalah upaya lebih besar untuk mendukung program tersebut,'' cetusnya.

Namun demikian, Dodds menyatakan, satu masalah yang dihadapi saat ini adalah sebagian penelitian yang telah dilakukan masih menghadapi kesulitan dalam menemukan apakah persoalan kecerdasan itu terkait dengan kebiasaan menyusui di kalangan ibu dari keluarga yang lebih makmur. Dan, apakah keadaan sebuah keluarga menjadi faktor sebenarnya yang menentukan pembentukan kecerdasan anak.



Senin, 15 Desember 2008

zodiak, ramalan bintang gw minggu ini

gw searching... program pemutar video hari ini,
eh nyasar ke ramalan2 rasi belantik....
tapi gw baca2, kog ramalan ini pas banget buat gw kali ini....
sontak, gw ngerasa dia (ramalan itu) soulmate gw, yang ngerti gw, selain org yang paling gw sayangi, ibunya anak2......

Anda2 juga bisa liat ramalan itu di sini: http://zodiacku.blogspot.com/2008/08/taurus-hari-ini.html


nih die ramalannya.....(jeng jeng jeng.....)


sedikit aneh, persis sama kejadian minggu2 ini pada gw..

Percaya gak percaya terserah gw aja.... hahahah

Sabtu, 29 November 2008

Tetralogi (buku keempat): buku maryamah karpov




Jum'at, 29 Nopember 2008 adalah rilis dari novel yang ditunggu tunggu pecinta novel Indonesia yaitu Maryamah Karpov karangan Andrea Hirata. Saat ini toko toko buku modern di Jakarta sudah memajang puluhan novel tersebut mencolok di depan pintu, seperti terlihat pada gambar di atas adalah di toko buku Trimedia Mal Ambasador. Anda bisa mendapatkannya dengan merogoh kocek sebesar Rp. 79.000,- Di hadapan ratusan pengunjung yang memadati ruang terbuka MP Book Point, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (28/11) malam, aktor monolog Iman Soleh berdiri, membacakan buku karya Andrea Hirata yang masih hangat meluncur, Maryamah Karpov.

Di hadapannya ada selembar kertas, ia pun mulai membacanya, “Bus Bang Zaitun adalah GMC besar serupa roti. Tempat duduk depan amat panjang, jika didesak-desakkan bisa muat lima orang, termasuk sopir. Kisahnya setelah melikuidasi alat-alat orkes Pasar Ikan Belok Kiri ditambah dengan pinjam uang kiri-kanan, ikutlah Bang Zaitun dalam lelang mobil eks Meskapai Timah yang telah tamat riwayatnya itu. Mobil itu dulu dipakai untuk antar-jemput siswa-siswi sekolah Meskapai Timah.” Pembacaan selesai. Pengunjung pun bertepuk ceria.
Namun, pengunjung yang menyesaki toko buku itu datang bukan untuk menghadiri pementasan Iman Soleh. Sekali pun, penampilan dosen Sekolah Tinggi Seni Indonesia-STSI Bandung itu menjadi bagian penting pada rangkaian acara malam itu.
Tak bisa dielakkan lagi, para pengunjung, memang lebih menantikan “bapak” dari tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata, yang malam itu meluncurkan karya pamungkasnya, Mimpi-mimpi Lintang: Maryamah Karpov, buku terakhir dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor.
Iman Soleh membawakan Mozaik 11 dari novel Maryamah Karpov setebal 504 halaman itu yang dijual seharga Rp 79.000. Suara Iman Soleh pun menderu, meningkahi naskah dari buku yang dia bacakan, seperti suara bus Bang Zaitun yang diberi nama Dendang Gembira Suka-suka. Iman menjadi aku, si Ikal, yang menggambarkan Bang Zaitun sebagai pencinta sejati musik, “Musik dalam pandangannya, lebih dari sekadar hiburan.” Demikian gaya bahasa Andrea tentang musik, telah dibaca oleh Iman.

Menepati Janji
Andrea muncul setelah penampilan pembacaan itu. Dia tampil bersama dengan penulis skenario film Laskar Pelangi Salman Aristo, produser Putut Widjanarko, pemeran ayah Ikal di film, Mathias Muchus, dan pemeran Ibu Mus, Cut Mini.
“Setelah hampir dua tahun ditanya terus, pagi, siang, malam, akhirnya untukmu kawan, kupersembahkan Maryamah Karpov,” Andrea menyapa dengan bahasa khasnya, seperti di novel.
Lebih dari setahun lalu Andrea meluncurkan serial ketiga dari tetralogi ini, Edensor. Bukan karena kesulitan untuk menulis akhir dari perjalanan Ikal dalam pencarian cintanya, A Ling, maka Andrea butuh waktu selama itu.
Andrea mengungkapkan fenomena lain pemunculan karyanya. “Apabila waktunya digabungkan, mungkin (jarak antarbuku) tidak sampai satu bulan, tapi jeda di antaranya (penulisan) yang lama, terutama karena saya sangat menghormati kerja keras para sineas. Saya menjanjikan Maryamah Karpov akan terbit kalau (film) Laskar Pelangi sudah turun, tidak main lagi di bioskop. Dan sekarang, meskipun masih main, saya penuhi janjiku kawan, saya terbitkan malam ini,” kata Andrea.
Karya sastra bagaikan anak dari seorang pengarang. “Anak bungsu” Andrea ini sarat dengan muatan sosiologi Belitong, seperti Bang Zaitun tadi. Mengapa Andrea mamasukkan segmen Bang Zaitun si mantan pemain orkes Pasar Ikan Belok Kiri yang dikhianati organ tunggal, dan bahkan memilih adegan di naskah itu untuk dibacakan Iman Soleh dalam peluncurannya?
Tak lain tak bukan karena Andrea cinta musik. Ada banyak segmen musik yang diceritakan Andrea dalam tetralogi ini, dari Jim Morrison yang diceritakannya melalui karakter Arai di Edensor sampai dengan Bang Haji Roma Irama yang posternya terpampang di setiap kamar yang ditempati Ikal. Dan tidak mengejutkan jika pada peluncuran Maryamah Karpov, ia menyebutkan nama Slankers dalam persembahannya, selain dua keponakannya dan ibunya, Masturah. “Sebenarnya karya itu saya persembahkan untuk para Slankers karena saya mengagumi Slank. Mereka selalu mengatakan ‘work hard’,” katanya. “Bang Roma?” penonton penasaran. “Bang Roma pasti dong,” Andrea tertawa.

Kembali ke Titik Nol
Andrea mengaku kembali lagi ke titik nol, ketika ia menulis Laskar Pelangi. Ia sama sekali buta tentang sastra ketika itu, pengalaman menulis fiksinya nol besar. Laskar Pelangi pun ia buat awalnya bukan untuk diterbitkan, melainkan untuk Ibu Mus, karakter guru yang sangat inspiratif itu.
Ketika menulis Edensor, ada sedikit pengetahuan tentang novel dan sastra yang membuatnya terbebani. “Ketika menulis Maryamah Karpov, saya merem (tutup mata, red), pura-pura tidak tahu. Saya menulis dengan menangis, tertawa, menangis lagi, seperti ketika menulis Laskar Pelangi. Di suatu malam, saya tutup, saya ingat, saya seperti menulis Laskar Pelangi kedua,” kata Andrea.
Itu pula yang membuat Andrea merasa perlu banyak belajar. Sebuah pengalaman bagus ia dapatkan ketika soft launching Maryamah Karpov di Ubud Writers Festival 19 Oktober lalu. John Berendt, penulis Amerika Serikat yang mengarang Midnight in the Garden of Good and Evil, yang menulis 20 tahun baru menulis empat novel, sementara Andrea yang awalnya buta sastra dan baru menulis dalam empat tahun itu sudah menghasilkan empat novel. “Saya sedang mempertimbangkan dengan keras sekali untuk berhenti menulis. Saya musti banyak belajar, menulis buku bukan hal yang mudah,” katanya.

Dikutip dari blognya mrbambang & Sinar Harapan.

Selasa, 11 November 2008

OBAT STRESS

Beda orang luar negri dengan orang Indonesia?

Apa beda orang luar negeri dengan orang indonesia?

Jawab:

Orang Indonesia kalau ke negara mereka gak disebut bule. :D


Pengaruh iklan

Seorang gadis 17 tahun mengadu pada ibunya bahwa ia baru saja diperkosa oleh seorang preman.
Gadis: “Ibu, aku telah ternoda.”
Ibu: “Kalo gak ada noda, gak belajar donk!”
Gadis: “Tapi aku telah kotor, bu!”
Ibu: “Berani kotor itu baik.”
Gadis: ???!@:#*
SELAMAT TERTWA HE..HE..HE…. 4600 X


Ditilang Pak Polisi

Gw pnya tetangga namana Kosim, dia punya hobi berburu burung,
nah pada suatu hari kosim berangkat untuk berburu,
berhubung agak jauh Kosim berangkat degan mngendarai sepeda motor,
ketika di tengah perjalanan Kosim bertemu sama Pak Polisi,
kemudian polisi itu menyuruh Kosim berhenti.
Pak Polisi bertanya, “Mana Sim?”
Kosim menjawab “Cari burung Pak!”
Polisi bertanya lagi “Mana Sim?”
Kosim: “Cari burung pak.!!”
Polisi: “Mana Siiim…”
Kosim: [...]



3 Vampir Unjuk Taring

Pada suatu hari 3 vampir lagi unjuk taring atas kehebatannya masing-masing dalam hal menghisap darah dan membunuh mangsa.
“Kebetulan nih malem dingin banget, gue jadi laper neh” celetuk vampir pertama.
“Gimana kalo kita adu kekuatan, siapa yang paling cepet ngisep darah” tanya vampir kedua..
“Okeh…!!!”
“Gue duluan” kata vampir pertama…
Lalu…whuuusssss…vampir pertama melesat..gak lama, selang lima menit dia kembali lagi [...]


TRIK SUKSES OBAMA

info ini gw ambil dari inilah.com


Hade dan Obama sukses lewat dunia maya.

INILAH.COM, Jakarta – Masyarakat politik Indonesia mendadak terperangah ketika perolehan suara Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) melejit meninggalkan dua pasang pesaingnya yang diusung partai besar dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Dalam waktu yang hampir bersamaan, dunia juga terperanjat ketika nama Barack Obama tiba-tiba melambung.

Dua figur muda di dunia politik itu memang punya kiat sukses yang relatif sama. Kuncinya ada di keyboard, Sukses Senator Illinois Barack Obama meraih banyak dukungan adalah karena ia cerdik memanfaatkan media internet untuk berkampanye, selain juga media konvensional seperti televisi.

Namun, dukungan suara dari rakyat Amerika melalui dunia maya ini begitu massif, sehingga ia mampu mengungguli popularitas rivalnya, Senator New York Hillary Clinton. Dari internet pula Obama mendapat sokongan dana dari donor independen. Meski secara perorangan sumbangan itu kecil, tapi menjadi menggunung setelah jaringan yang dibangun Obama meluas.

Buktinya terlihat dari jumlah donor yang menyumbang untuk kampanye kandidat presiden kulit hitam itu. Berdasarkan data di tim kampanye Obama, tercatat 1,3 juta donor telah memberikan sumbangan dana. Sebagian besar dilakukan melalui internet.

Begitu banyaknya donor yang menyumbang, membuat kubu Obama kebanjiran uang hingga US$ 131 juta selama tiga bulan pertama tahun ini. Sementara Hillary hanya kebagian US$ 70 juta.

Jangan bandingkan dengan John McCain. Calon Republik ini jauh tertinggal dalam perolehan dana kampanye. Selama Januari hingga Februari, McCain hanya meraih US$ 23 juta, sementara perolehan Maret belum diumumkan.

Bukti bahwa Obama jauh lebih popular dibandingkan lawan-lawannya didukung oleh manajer kampanye Obama, David Plouffe. "Banyak dari donor kami yang menyumbangkan secara sukarela untuk kampanye ini. Ini menjadikan kampanye kami sebagai pasukan akar rumput terbesar dalam sejarah,” katanya.

Begitu juga rahasia kemenangan Hade. Kunci suksesnya ternyata juga terletak dalam kepiawaian mereka memanfaatkan keyboard. Ketika mereka resmi dicalonkan jadi calon gubernur/wakil gubernur Jawa Barat, ‘mesin politik’ berupa mailing list langsung bergerak.

Informasi yang diterima INILAH.COM menyebutkan, terdapat 207 kanal mailing list yang digunakan Hade untuk berkampanye. Antara lain pk-bandung@egroups.com, pk-bandung-subscribe@egroups.com, pk-dpd-bogor@egroups.com, pk-info@egroups.com, pk-info-subscribe@egroups.com, pk-oz@egroups.com, pk-oz-subscribe@egroups.com, pk-timur@egroups.com, dan pk-timur-subscribe@egroups.com.

Mesin di jaringan internet inilah yang selama 24 jam setiap hari 'bergerak' di gugusan dunia maya. Segala program, diskusi, dan forum lain yang isinya untuk kepentingan memenangkan Hade, 'ditancapkan' ke dalam otak setiap netter. Hasilnya memang luar biasa. Perolehan suara Hade mengungguli kedua rivalnya.

"Kami tidak punya cukup dana untuk kampanye," kata Dede Yusuf dalam sebuah wawancara di televisi. Rupanya ia ‘bergerilya’ melalui internet.

Partai Keadilan (PK) teridentifikasi sebagai partai yang paling aktif menggunakan internet untuk menggerakkan massanya. Umumnya mailing list Partai Keadilan cukup mudah diidentifikasi, karena menggunakan awalan PK di awal nama mailing list-nya, seperti, partai-keadilan (534 orang), PK_Linkbisnis (528 orang), pk-bandung (167 orang), pkjaksel (114 orang), pk-pesanggrahan (107 orang), dan yang terbesar adalah pk-info (1064 orang).

Umumnya trafik e-mail sedang sekitar 50-100 mail per bulan, hanya partai-keadilan yang mempunyai trafik mail sangat tinggi hampir mendekati 1.000 e-mail per bulan. Ini menunjukkan keaktifan gerakan Partai Keadilan (PK) secara umum di dunia maya dibandingkan dengan partai-partai lainnya yang masih bertumpu pada paradigma lama.

Setelah konsentrasi massa dan topik teridentifikasi, bagian yang paling seru adalah mengidentifikasi siapa saja pemain kunci atau pimpinannya, serta pola pergerakan dan penetrasi ke dalam komunitas. Hal ini lebih sulit dilakukan dalam waktu yang singkat dengan sekian banyak komunitas Indonesia di internet.

Lima mailing list tertua dengan massa di atas 100 orang, adalah net-trade (346 orang, tentang bisnis), labs-feusakti (125 orang, tentang ilmu pengetahuan), indosexxx (3722 orang, tentang pornografi), reformed (100 orang, tentang keagamaan), dan yang tertua adalah trade (155 orang, tentang bisnis).

Umumnya trafik e-mail mereka sedang-sedang saja, sekitar 50-80 e-mail setiap bulan. Hanya net-trade yang menunjukkan trafik yang cukup tinggi mendekati 600 mail per bulan.

Jadi, bila pasangan calon ingin menang dalam pilkada berikutnya, cobalah ber-mailing list ria.

Andrea Hirata: Sastrawan dari Kampung Belitong



NOVELIS TERKEREEEEEENNNNNN



INI kisah nyata tentang sepuluh anak kampung di Pulau Belitong, Sumatera. Mereka bersekolah di sebuah SD yang bangunannya nyaris rubuh dan kalau malam jadi kandang ternak. Sekolah itu nyaris ditutup karena muridnya tidak sampai sepuluh sebagai persyaratan minimal.

Pada hari pendaftaran murid baru, kepala sekolah dan ibu guru satu-satunya yang mengajar di SD itu tegang. Sebab sampai siang jumlah murid baru sembilan. Kepala sekolah bahkan sudah menyiapkan naskah pidato penutupan SD tersebut. Namun pada saat kritis, seorang ibu mendaftarkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. Semua gembira. Harun, nama anak itu, menyelamatkan SD tersebut. Sekolah pun tak jadi ditutup walau sepanjang beroperasi muridnya cuma 10 orang.

Kisah luar biasa tentang anak-anak Pulau Belitong itu menjadi novel dengan judul Laskar Pelangi (LP) oleh Andrea Hirata, salah satu dari 10 anak itu. Banyak orang memuji novel memoar tersebut karena jalinan ceritanya yang memikat sekaligus penuh muatan nilai moral. "Mengharukan...," kata Korrie Layun Rampan. "Menarik...," komentar Sapardi Djoko Damono. "Menyentuh...," kata Garin Nugroho.

Pujian dari mereka menjadi jaminan bahwa LP yang kemudian berkembang menjadi novel tetralogi itu memang memiliki nilai lebih. Pembaca bukunya semakin menegaskan pujian itu. Tiga judul yang sudah terbit yakni Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Edensor menempati posisi best seller dengan angka penjualan lebih dari 100 ribu kopi. Buku pertama yakni Laskar Pelangi bahkan sudah diterjemahkan dalam bahasa Melayu dan diterbitkan di sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Myanmar. Dan tak lama buku LP akan diterbitkan di Eropa dan Amerika Serikat, tentu dalam terjemahan bahasa Inggris.

Karya debut ini membuat pemilik nama lengkap Andrea Hirata Seman Said Harun yang dipanggil Ikal oleh teman-temannya menjadi semacam selebritis baru di jagad sastra Indonesia. Meski hal itu dibantah mati-matian olehnya, paling tidak sejumlah penghargaan berkat novel itu telah diterimanya, yang terbaru Aisyah Award dari Muhammadiyah. Buku ketiga Edensor juga masuk nominasi Khatulistiwa Literary Award 2007 untuk kategori prosa. Bahkan sutradara kawakan Riri Riza dan produser Mira Lesmana sudah siap menggarap kisah LP ke layar lebar.

Menariknya lulusan Master of Science dari Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, Inggris itu belum pernah menulis buku sastra. Sebaliknya tesis ilmiah Andrea di kedua universitas itu merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama karya orang Indonesia. Buku ini telah beredar sebagai referensi ilmiah. Hal itu terungkap dalam wawancara staf PT Telkom Bandung yang bertutur kata halus dengan SP. Berikut petikan wawancara yang berlangsung belum lama ini di Jakarta :

Sejumlah pembaca Laskar Pelangi mengaku novel ini menyegarkan sekaligus mengharukan. Ide apa yang melatarbelakangi penulisan novel ini?

Buku Laskar Pelangi (LP) pada awalnya bukan untuk diterbitkan. Niat saya untuk menulis buku ini sudah ada sejak saya kelas 3 SD, ketika saya demikian terkesan pada jerih payah kedua guru SD saya Ibu Muslimah dan Bapak Harfan Effendi, serta 10 sahabat masa kecil saya, yang disebut Kelompok "Laskar Pelangi". Buku LP saya tulis sebagai ucapan terima kasih daan penghargaan kepada guru dan sahabat-sahabat saya itu. Seorang teman, tidak sengaja menemukan draf buku itu di kamar kos saya, dan diam-diam mengirimkannya pada penerbit. Sampai hari ini saya masih heran ternyata buku LP masih merupakan buku laris.

Masa kecil anda benar-benar seperti di Laskar Pelangi?

Masa kecil saya dan para tokoh di LP hidup di sebuah komunitas buruh tambang di Belitung. Kami tuh native di sana. Kami mengalami seperti apa yang saya ceritakan dalam Laskar Pelangi. Jadi, ada pendidikan dimana pendidikan hanya bisa diikuti oleh anak-anak para pegawai dalam pangkat tertentu. Kemudian ada fasilitas yang hanya bisa dimasuki orang-orang dengan kelas sosial tertentu. Saya rasa, sekarang kita bisa melihat hal tersebut sebagai sebuah pelanggaran HAM. Itu terjadi dalam masa kecil kami.

Mengapa masa kecil yang penuh penderitaan itu begitu membekas dalam diri Anda?

Masa kecil itu penuh dengan magical moments. Masa kecil kan membentuk kita pada hari ini. Apa yang kita lakukan hari ini, bagaimana persepsi kita terhadap hidup ini, semua terbentuk saat masa kecil. Dan saya merasa beruntung masa kecil saya dilalui di sekolah Muhammadiyah, sebuah sekolah miskin dan puritan, tapi saya rasa bagaimana saya melihat perspektif hidup saya sekarang, itu adalah bagaimana saya melalui masa kecil saya di sekolah itu. Bagaimana saya melihat persahabatan. It's magic! Saya selalu merasa beruntung, dan saya selalu merasa punya tempat untuk pulang. Bertemu dengan guru tercinta dan sahabat-sahabat saya, Laskar Pelangi.

Berapa lama Anda menyelesaikan novel ini?

Saya memang sejak dulu ingin menulis, tetapi sebelum menulis LP saya sama sekali tidak pernah menulis sastra. Bahkan cerpen pun belum pernah. Saya hanya menulis, berkontemplasi, mengingat untuk buku itu. Tiga minggu selesai. Memang banyak yang mempertanyakan hal tersebut, sampai dalam suatu forum milis dikatakan saya menulis dalam keadaan trance,

di luar kemampuan saya. Apalagi mengingat novel itu sangat tebal 529 halaman. Dan saya tidak memiliki latar belakang sastra. Ini merupakan novel saya yang pertama. Namun kembali saya ingatkan LP adalah sebuah memoar. Oleh karena itu, setiap lembarnya sudah ada di kepala saya sejak lama.

Soal latar belakang dan lokasi kejadian, Anda cukup detail dalam novel ini. Semua nyata? Atau ada juga imajinasi di dalamnya ?

LP adalah sebuah memoar, oleh karena itu semua karakter dan kejadiaanya adalah nyata. Cara menulis saya memang cenderung detail, karena saya tertarik memberi gambaran yang filmis pada para pembaca. Tentu novel adalah sebuah karya sastra, dan sastra tidak dapat dipisahkan dengan imajinasi. Imajinasi dalam LP tidak dimanifestasikan dalam bentuk mereka-reka karakter dan kejadian, tetapi di dalam cara menceritakan

Dalam bertutur Anda begitu detail. Apakah Anda melakukan survei data untuk penulisan novel ini?
Tentu saja, tetapi saya terbantu karena LP adalah memoar, artinya saya sudah memiliki informasi yang mengendap di kepala saya. Riset yang paling intensif adalah saya harus mengkonfirmasikan lagi beberapa hal yang berkenaan dengan Biologi, Fisika, dan Kimia waktu mendeskripsikan karakter Lintang yang jenius. Juga ketika mendeskripsikan anatomi kandungan material tambang di Belitong.

Ini karya sastra debutan Anda. Bagaimana penulis pemula seperti Anda dapat membuat novel yang begitu baik dan menuai pujian di mana-mana?

Saya bukan pembaca sastra yang fanatik. Hanya sedikit buku sastra yang saya baca. Saya lebih banyak membaca buku ilmiah, teori ekonomi, pokoknya tentang ilmu pengetahuan. Namun ternyata buku sains memberi kontribusi yang besar dan membuat saya kuat dalam hal penulisan kontekstual. Bahkan menurut saya ilmuwan itu sangat sastrawi. Saya juga percaya orang Melayu terlahir sebagai penyair, story telling yang ulung. Ada peribahasa kalau kau pinjamkan uang pada orang melayu, akan putus perkara. Tapi kalau kau pinjamkan dia kata, maka akan berpanjang cerita.

Dari memoar, Anda kemudian menulis hingga menjadi tetralogi. Bagaimana itu bisa terjadi?

Setelah melihat reaksi pembaca, saya mulai berpikir ternyata menulis buku bisa memberi pengaruh secara luar biasa. Terpikir untuk membuat tetralogi, itu bukan karena dorongan pasar. Saya hanya ingin memberi semangat pada penulis baru untuk jangan takut menghasilkan karya. Sebab buku punya nasib sendiri. Saya tahu menulis itu tidak mudah. Maka saya tidak punya pandangan tentang hal mendasar dalam teknis menulis. Pandangan saya adalah mengenai apresiasi. Dalam hal ini saya rasa karya dari seorang penulis bukan hanya persoalan bagaimana masyarakat akan menghargai tulisannya, tapi bagaimana ia sebagai penulis akan menghargai dirinya sendiri. Artinya, jika ia menghargai dirinya sendiri, hendaknya ia menulis sesuatu yang memiliki integritas. Tidak melulu patuh pada tuntutan pasar.

Berarti ada pesan lain ketika anda menulis LP, tak hanya sekadar memoar?

LP adalah buku tentang orang Indonesia kebanyakan. Di dalamnya ada kisah cinta, hubungan dengan teman, keinginan untuk maju, rasa percaya diri. permbaca meliha dirinya sendiri di buku itu. Buku LP membua tana kuat menertawakan kemiskinan, memparodikan tragedy sehingga anda bertenaga kembali. Agar orang jangan mudah berputus asa. Belajarlah dengan betul, itu sebenarnya pesan utama saya. Klasik sebenarnya, tapi dengan bercontoh dari Laskar Pelangi, kesulitan apapun terutama dalam masalah pendidikan, bisa diatasi. Buktinya, anggota Laskar Pelangi bisa survive. Pokoknya don't give up. Kalaupun harus bekerja, atau menjual, ya pokoknya apa saja, lakukanlah untuk mendapatkan pendidikan. Kemiskinan bukan alasan untuk berhenti belajar. Pendidikan itu penting untuk perubahan.

Apa obsesi Anda setelah menjadi penulis dengan karya best seller?

Saya pegawai BUMN, saya ingin mempromosikan ke kalangan birokrat agar banyak membaca buku sastra untuk mengaktifkan otak kanan mereka. Sebab dewasa ini kebijakan harus bersifat kreatif , sebab jika terlau banyak menjanjikan masyarakat akan semakin skeptis. Saya masuk ke dalam birokrat karena saya melihat itu satu-satunya cara untuk berbuat dalam memecahkan berbagai masalah yang selama ini kita lihat di dalamnya. Di mata saya apabila bangsa ini ingin berubah, orang yang ada di dalam posisi strategis harus berkorban demi sesuatu yang lebih baik ke depan. Itu yang coba saya lakukan. Saya ingin melawan jargon anda jujur anda hancur. Sebaliknya say aingin buktikan anda jujur anda prevail. Sebab cepat atau lambat kemenangan akan memihak kebenaran. Itu yang guru saya ajarkan. Persoalannya hal itu tidak mudah, sehingga saya sering merasa kesepian di tengah keramaian.

Pewawancara: Stevy Widia

Senin, 11 Agustus 2008

FROM ZERO TO HERO


Akhirnya........ setelah melewati perjuangan yang berliku, dan naik turun kemampuan vokalnya, ARIS, jagoan gue, memenangi perhelatan akbar adu nyanyi se-Indonesia...

Entah...!!! gue masih sering merinding kalo dengerin dia nyanyi.... padahal sudah bolak balik gue dengerin. Dahsyatt banget suaranya.

Kini, bukan siapa-siapa menjadi siapa.


SELAMAT, KAMULAH YANG PALING PANTAS MENJADI :

@@@@@@@ THE NEXT INDONESIAN IDOL 2008 @@@@@@@

ARIS, THE NEXT INDONESIAN IDOL






LUAR BIASA Dua finalis Gisel dan Aris saat tampil bareng di Grand Final Indonesian Idol 2008 di Hall D arena PRJ Kemayoran, Jakarta tadi malam. Penampilan dua finalis ini mendapat sambutan meriah ribuan pendukungnya.

JAKARTA (SINDO) – Persaingan siapa yang bakal menyandang gelar Indonesia Idol 2008 telah dimulai oleh Aris dan Gisel tadi malam.

Dua grand finalis unjuk kemampuan di depan 8.000 penonton yang memadati Hall D Arena Pekan Raya Jakarta tadi malam. Kemeriahan mewarnai puncak ajang pencarian bakat tersebut ketika penonton tiada henti meneriakkan dukungan kepada kedua grand finalis selama hampir 2.5 jam.

Dengan iringan Magenta Orchestra pimpinan Andi Ryanto dan tampil di atas panggung seluas 500 meter persegi dengan tatanan lampu sebesar 650 kilowatt, stage Grand Final Indonesian Idol 2008bagaikan tercipta khusus untuk Aris dan Gisel.Kesempatan untuk membuktikan diri sebagai idola ini tak disia-siakan oleh keduanya.

Setengah jam sebelum acara disiarkan langsung oleh RCTI,gema dukungan untuk Aris dan Gisel sudah terdengar sejak pintu masuk Hall D Arena Pekan Raya Jakarta.Ditambah lagi ketika dua buah layar besar 20x6 meter memutarkan video tentang perjalanan kedua calon idola ini. Di setiap sisi arena terdengar jelas teriakan yang mengelu-elukan nama finalis asal Jakarta dan Surabaya ini.

Keriuhan sangat terasa di antara dua kubu, pendukung Gisel pada sayap kiri dan suporter Aris di sayap kanan panggung. Belum lagi mereka yang berdiri tepat di bibir panggung, yang berhasil memberikan adrenalin berbeda kepada kedua grand finalis ini. Pertarungan di grand final ini semakin terasa ketika Aris membuka acara dengan memasuki arena bersama dengan lebih dari 50 temanteman pengamennya yang juga mengiringi calon idola ini naik ke atas panggung.

Lewat lagu Permintaan Hati milik grup musik Letto, Aris berhasil memanaskan para penonton yang hadir. Penonton yang duduk pun tak bisa menahan emosi untuk berdiri dari kursi mereka dan menggetarkan arena. Sebagai finalis asal Jakarta, Aris jelas mendapat sambutan lebih dari separuh penonton yang hadir tadi malam.

Tak mau kalah dengan Aris, Gisel pun naik di atas panggung menyambut pendukungnya dengan lagu upbeat berjudul Mengapa Semua Harus Terjadi. Lagu itu membuat pendukung Gisel tidak mau tinggal diam untuk terus memberi suntikan semangat kepada idola mereka. Kolaborasi antara dua calon idola ini pun terjadi ketika keduanya menyanyikan lagu Pandangan Pertama milik grup musik RAN.


Lagu ini mau tidak mau menggoda penonton untuk bernyanyi bersama idola mereka.Pada momen ini, sangat jelas terlihat persaingan antara Gisel dan Aris.Keduanya berusaha menarik perhatian penonton, bernyanyi dengan nadanada tinggi, yang memang berhasil mengejutkan semua yang hadir, termasuk ketiga komentator, Anang,Titi DJ, dan Indra Lesmana.

Ajang tadi malam menjadi pembuktian bagi keduanya bahwa salah satu di antara mereka layak menjadi idola dan kebanggaan Indonesia. Selama Indonesian Idol musim kelima ini, Aris memang kerap dijagokan oleh para juri. Dari awal babak spektakuler, dia nyaris tak pernah mendapat kritik dari ketiga komentator. Namun, Gisel menyadari bahwa dia tidak bisa tinggal diam.Dia pun terus berusaha menyusul kemampuan Aris.

Hal tersebut dibuktikannya dengan pembelajaran tiada henti hingga menuai pujian dari Anang, yang dikenal sering memberikan komentar pedas. Sebanyak tiga lagu dibawakan keduanya secara bergantian.Aris tampak konsisten dengan kemampuan dan gayanya yang khas dengan penuh semangat. Sementara Gisel sukses memukau penonton dengan menyanyikan lagu-lagu bernada tinggi.

Tak ada lagi Gisel yang terpeleset di ujung lagu seperti yang pernah dilakukannya di babak spektakuler. Hal ini sontak membuat Titi DJ tak tahan untuk melontarkan pujian kepada dara manis berusia 17 tahun ini. ”Perubahan kamu sungguh luar biasa. Saya rasa kamu layak menjadi idola,” ujar salah satu diva pop Indonesia ini. Gisel dan Aris juga membuktikan kelayakan mereka untuk dibawa ke ajang internasional dengan menyanyikan lagu The Reason milik Hoobastank oleh Aris dan That’s The Way It Is milik Celine Dion oleh Gisel.

Project Leader Indonesian Idol Yogi Hartarto mengatakan, ajang tadi malam menjadi pertarungan sengit bagi dua grand finalis ini. ”Persaingan mereka berdua sangat ketat. Menurut saya perbedaan dukungan SMS untuk mereka minggu depan akan sangat tipis,”ujarnya. Perjalanan panjang kedua calon idola Indonesia ini memang luar biasa.


Keduanya sama-sama memiliki kisah dramatis yang akhirnya membawa mereka ke panggung spektakuler. Gisel yang dulunya hanya sebagai penyanyi pernikahan dan acara ulang tahun di Surabaya ternyata bukanlah anak manja seperti yang dikatakan banyak orang. Menjadi seorang anak tunggal tak membuatnya menjadi tergantung kepada orangtuanya. Sejak taman kanakkanak dia sudah mandiri dengan ikut bernyanyi bersama badut penghibur.

Sementara Aris memiliki pengalaman pahit ketika dirinya harus keluar dari sekolah untuk bekerja sebagai pengamen agar bisa menghidupi keluarganya. Dengan lolos ke babak grand final, keduanya berharap bisa meraih mimpi untuk menjadi idola Indonesia.

cahpamulang.multiply.com/



Jumat, 04 Juli 2008

laskar pelangi = andrea hirata

Walaupun sudah ketinggalan, tapi gw gak perduli. Membaca laskar pelangi merupakan keasikan tersendiri. Meskipun membaca di sela2 waktu padat, bekerja seharian, tapi rasanya hati terpaut dengan novel keren ini.

Ini novel yang bener2 bikin penasaran, selain novel2 karya HABIBURAHMAN EL SHIRAZY, keduanya patut diacungin jempol. Masing2 punya kekuatan tersendiri.

Namun kali ini gw gak ngebahas kang Abik, tapi gw pilih membahas bang Ikal.
Gw tersihir oleh metafora yang digunakan bang Ikal di setiap paragraph. Metaforanya ngena' banget. alur ceritanya rinci. Deskriptif.

Cara menulis novel semacam ini, gw teringat buku karangan A.S. Laksana, (www.as-laksana.blogspot.com) seorang pendiri dan pengajar pada sekolah penulisan kreatif Jakarta School yang pernah menulis novel "bidadari yang mengembara" yang memenangkan sayembara Sastra Tempo tahun 2004, yang gw pernah beli bukunya berjudul "menulis kreatif", sepertinya semua yang disarankan dalam buku tersebut, diikuti dengan baik oleh bang Ikal.

Cerita yang membumi, walaupun dengan banyak sedikit hal musykil, tetapi tetap mempunyai greget. Gw selalu dan selalu ditarik untuk melihat bab2 selanjutnya. KEREN ABEZZZ....



Tokoh Lintang, Mahar, Sahara, A kiong, Trapani, dan lain2nya dideskripsikan secara lugas dan tak tertandingi.

Bejibunnya komentar org2 top tentang novel ini membuat gw semakin yakin bahwa novel ini mempunyai kekuatan dalam cerita dan sastra...

GUTLAK, BANG IKAL. (www.sastrabelitong.multiply.com)

Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah

Sunday, 18 February 2007

Halal Guide -- Setiap pasangan suami-istri tentu mendambakan bayi mereka lahir normal, yaitu berat lahir antara 2.500-4.000 gram, cukup bulan, lahir langsung menangis, dan tidak ada kelainan kongenital (cacat bawaan) yang berat.



Namun, ada kalanya keinginan tersebut tidak terwujud, misalnya bayi lahir kurang bulan atau bayi berat lahir rendah (BBLR). Kenyataan ini sebetulnya jangan menjadikan orang tua patah semangat, karena kemajuan teknologi kedokteran dan didukung kemauan keras orang tua yang memiliki BBLR, maka bayi itu dapat bertahan hidup.

Tulisan ini dimaksudkan untuk memberi informasi, edukasi kepada masyarakat awam dalam rangka. Hari Anak Nasional dan Ulang Tahun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram, tanpa memandang usia kehamilan. BBLR dibedakan menjadi dua bagian: pertama, BBL sangat rendah bila kahir berat lahir kurang dari 1.500 gram, dan kedua, BBLR bila berat lahir antara 1.501-2.499 gram

Penyebab BBLR sangatlah multifaktorial, antara lain asupan gizi ibu sangat kurang pada masa kehamilan, gangguan pertumbuhan dalam kandungan (janin tumbuh lambat), faktor plasenta, infeksi, kelainan rahim ibu, trauma, dan lainnya.

Pada saat persalinan, BBLR mempunyai risiko kurang menyenangka, yaitu asfiksia atau gagal untuk bernapas secara spontan dan teratur saat atau beberapa menit setelah lahir. Hal itu diakibatkan faktor paru yang belum matang. Risiko lainnya adalah hiportemia (suhu tubuh 6,5 167 C). Karena itu, perhatian dan pelayanan atau perawatan BBLR dimulai sejak lahir dan sebaiknya persalinannya ditolong oleh tenaga kesehatan dan dilakukan di puskesmas, rumah sakit, atau rumah sakit bersalin)

Perawatan BBLR

Prinsip penting dalam perawatan BBLR setelah lahir adalah mempertahankan suhu bayi agar tetap normal, pemberian minum, dan pencegahan infeksi. Bayi dengan BBLR juga sangat rentan terjadinya hiportemia, karena tipisnya cadangan lemak di bawah kulit dan masih belum matangnya pusat pengatur panas di otak. Untuk itu, BBLR harus selalu dijaga kehangatan tubuhnya.

Cara paling efektif mempertahankan suhu tubuh normal adalah sering memeluk dan menggendong bayi. Ada suatu cara yang disebut metode kangguru atau perawatan bayi lekat, yaitu bayi selalu didekap ibu atau orang lain dengan kontak langsung kulit bayi dengan kulit ibu atau pengasuhnya dengan cara selalu menggendongnya. Cara lain, bayi jangan segera dimandikan sebelum berusia enam jam sesudah lahir , bayi selalu diselimuti dan ditutup kepalanya, serta menggunakan lampu penghangat atau alat pemancar panas.

Minum sangat diperlukan BBLR, selain untuk pertumbuhan juga harus ada cadangan kalori untuk mengejar ketinggalan beratnya. Minuman utama dan pertama adalah air susu ibu (ASI) yang sudah tidak diragukan lagi keuntungan atau kelebihannya. Disarankan bayi menyusu ASI ibunya sendiri, terutama untuk bayi prematur. ASI ibu memang paling cocok untuknya, karena di dalamnya terkandung kalori dan protein tinggi serat elektrolit minimal.

Namun, refleks menghisap dan menelan BBLR biasanya masih sangat lemah, untuk itu diperlukan pemberian ASI peras yang disendokkan ke mulutnya atau bila sangat terpaksa dengan pipa lambung. Susu formula khusus BBLR bisa diberikan bila ASI tidak dapat diberikan karena berbagai sebab. Kekurangan minum pada BBLR akan mengakibatkan ikterus (bayi kuning)

BBLR sangat rentan terhadap terjadinya infeksi sesudah lahir. Karena itu, tangan harus dicuci bersih sebelum dan sesudah memegang bayi, segera membersihkan bayi bila kencing atau buang air besar, tidak mengizinkan menjenguk bayi bila sedang menderita sakit, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan pemberian imunisasi sesuai dengan jadwal.

Untuk tumbuh, BBLR harus mendapat asupan nutrien berupa minuman mengandung karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin yang lebih dari bayi bukan BBLR. Penting dipertahikan agar zat tersebut betul-betul dapat digunakan hanya untuk tumbuh, tidak dipakai untuk melawan infeksi. Biasanya BBLR dapat mengejar ketinggalannya paling lambat dalam enam bulan pertama.

Senin, 28 Januari 2008

dah lama banget...SELAMAT ULANG TAHUN IGHEL....




hallooo....

Dah lama banget gak nulis2... sibuk banget sih (hahahah.... gak ada kerjaan ada di bilang sibuk).
oh ya, besok Ighel ulang tahun :

"HAPPY BIRTHDAY MY SON"

DAh umur 3 taon, ..... dah bisa masuk TK .
Tambah pinter, jenius, cerdas, berbakti ama ortu, dll.
Contoh tuh abangmu si Alif, jadi juara 1 lagi....

Gw tahu kamu pinter, orang maenannya aja bembem ama buku.... pasti pinter lah.

Rabu, 26 September 2007

Hidayah ramadhan

Banyak yang terjadi ramadhan kali ini.....
banyak hikmah yang bisa dipetik....


Selamat MENUNAIKAN IBADAH PUASA ROMADHON 1428 H.

Emang lapar, emang haus,
Tapi percayalah,....

Selalu banyak manfaat dan barokah dari Allah SWT.

Semoga apa yang dijalankan mendapat imbalan dari YANG MAHA KUASA...

Amin

Selasa, 18 September 2007

Ramadhan Tiba......

Horeeeee...........Marhaban ya Romadhon.....
Sudah hari ke-5 romadhon.... gak terasa ya,.... perasaan masih dua hari.
Yang lucu si Alif... gak pernah dapet satu hari penuh....
masih tengah hari aja, dah tereak2,..."bu...gak tahan, laper...laper"
Maksud ibunya sih supaya belajar puasa, setengah hari dulu juga gak papa. tapi Alif nya yang gak tahan, pulang sekolah jam 10 dah tereak2....laper..laper....

Puasa ya laper, kalo gak laper ya apa dong namanya?!!
Lain lagi dengan yang kecil, masih jam 9 dah minta susu.."bu...mimik cucuuuuuu..."
Wadoww, berabe dah ni anak.... padahal tiap hari ikutan sahur.....
tapi ya itulah... namanya juga baru 2 tahun setengah...

Trus apa coba yang kurang ajar dari dia belakangan ini....
Dia tuh suka buang angin sembarangan....
Masa' di depan neneknya buang2 gak bilang2..... Dah selesei kentut baru deh lari sambil tereak..
"wekkk, iden kentutt...."...(oo, dasar)

Kalo ibunya dah gemes, kena cubit dah tuh pantat.....
rasain Iden..... Atitt kannnn.....?????

Rabu, 12 September 2007

menjadi penulis-2

Bagaimana Cara Berlatih Menulis

Seseorang mengajukan pertanyaan seperti itu melalui email ke saya. Saya jawab pertanyaan itu, sambil merasa bahwa diri saya seorang pelatih yang mumpuni, bahwa “Anda harus menulis terus”, “Anda harus banyak membaca”, “Anda harus….”Saya benar-benar banyak lagak dalam menjawab email itu, tanpa mau tahu bahwa kata “harus” biasanya tidak menyenangkan bagi orang yang menerimanya.

Padahal, anda tahu, jika kata “harus” itu disampaikan ke saya, saya pasti akan berusaha sampai kelenger untuk menolaknya. Siapa yang mengharuskan saya?Entah menyenangkan atau tidak jawaban saya itu, sebetulnya saya ingin bilang bahwa keterampilan menulis mestinya juga diasah sebagaimana keterampilan-keterampilan lain diasah. Ia memerlukan disiplin. Ia memerlukan kekeraskepalaan. Dan ia memerlukan sistematika berlatih.Di waktu kecil, saya seorang pemain badminton kampungan yang selalu bertanding pada turnamen 17-an. Saya pemain hebat di kampung, dengan stamina luar biasa dan kemampuan memukul bola yang baik dan mau mengejar bola ke sudut-sudut mana pun.

Bagi sesama kampungan, saya pemain yang sulit ditundukkan.Di kampung lain ada pemain—kampungan juga, tetapi ia pernah beberapa tahun berlatih di sebuah klub di Semarang. Ia selalu menjadi juara di turnamen 17-an. Saya pernah bertanding melawan dia dan, di akhir pertandingan, dada saya terasa seperti akan rontok, nafas habis, martabat remuk, dan angka yang saya peroleh di tiap set—jika dijumlahkan—adalah 0.Lawan saya sempurna untuk ukuran kampungan. Smesnya tajam, langkah kakinya ciamik, tubuhnya lentur, tangannya bisa menjangkau bola di sudut mana pun, pengembalian bolanya yahud, dan ia tidak kelihatan lelah sama sekali. Ia menguasai segala teknik yang dibutuhkan untuk memenangi pertarungan. Ia mendapatkan teknik-teknik itu di klub tempat ia berlatih dulu. Teknik melakukan smes, ia paham. Teknik mengayunkan langkah, ia menguasai. Teknik mengecoh lawan, ia tahu. Teknik menguras tenaga lawan, ia mafhum. Teknik mempermalukan lawan, ia mengerti.

Pengembalian bolanya sungguh membuat saya gedandapan dan ia membuat saya menjadi badut di lapangan. Orang-orang yang menonton di tepi lapangan tertawa-tawa menikmati kesengsaraan saya. O, semoga Tuhan yang mahaadil menghukum seadil-adilnya gelak tawa mereka di atas penderitaan orang lain.

Mengambil pengalaman itu sebagai contoh, saya membayangkan bahwa seorang penulis pun kira-kira juga memerlukan penguasaan teknik sebagaimana pemain badminton harus menguasi seluruh teknik: melakukan smes, mengayunkan langkah kaki, mengembalikan bola ke sudut-sudut yang merepotkan lawan, memperkuat pergelangan tangan, dan sebagainya. Jika anda berlatih badminton, pelatih anda tidak akan bilang, “Badmintonlah terus!” Saya dulu hampir setiap hari bermain badminton dan hanya mendapatkan angka 0 melawan orang yang menguasai teknik.Jadi rasanya kita harus mulai curiga bahwa latihan menulis mungkin bukan sekadar: “Menulislah terus! Menulislah setiap hari! Menulislah tanpa kenal lelah!” Di lapangan badminton, cara seperti itu hanya melahirkan pemain badminton kampungan seperti saya, yang segera keok oleh lawan yang pernah mencicipi latihan di klub.Untuk menulis dengan baik, kita memang tentu saja harus berlatih rutin. Tetapi saya menyarankan berlatihlah seperti pemain badminton. Pada waktu-waktu tertentu anda mungkin hanya berlatih untuk membuat metafora, sampai anda menemukan kekuatan metafora dalam tulisan anda. Temukan juga metafora-metafora yang ditulis secara memikat oleh penulis-penulis lain. Pemain badminton juga memiliki waktu tersendiri untuk berlatih smes. Dan ia juga rajin mengamati dan mempelajari cara pemain lain menghunjamkan smes.Pada lain hari, anda mungkin perlu belajar membuat deskripsi. Cobalah membuat deskripsi saja sampai deskripsi anda benar-benar kuat. Pelajari bagaimana penulis-penulis yang baik membuat deskripsi yang hidup dan tidak membosankan.

Mungkin ini sama dengan pemain badminton yang sedang berlatih mengayunkan langkah atau melakukan reli panjang.Di saat lain lagi, anda perlu juga belajar membuat dialog yang menarik. Pelajari dialog-dialog yang cerdas, catat di mana daya tarik dialog yang dibikin oleh penulis lain, catat juga jika ada kelemahan dalam dialog tersebut menurut anda.

Tulis dialog anda sendiri—bisa saja anda iseng-iseng menulis dialog antara Napoleon Bonaparte dengan Pangeran Diponegoro. Apa kira-kira yang akan mereka percakapkan jika keduanya bertemu?Tentu masih ada banyak hal teknis yang masing-masing harus kita perkuat: latihan menciptakan konflik, latihan mendeskripsikan karakter, latihan membuat adegan, latihan menulis dengan tatabahasa yang benar. Dan sebagainya.

Jadi, jika anda sudah berlatih setiap hari dan frustrasi karena merasa tidak maju-maju, ada baiknya anda berlatih dengan tujuan-tujuan khusus seperti itu. Pada saatnya anda tak akan kesulitan dalam soal-soal teknis dan keterampilan menulis anda mudah-mudahan akan meningkat. Jika saat itu tiba, silakan berkompetisi.

Sumber : http://as-laksana.blogspot.com/2006/09/bagaimana-cara-berlatih-menulis.html

Selasa, 11 September 2007

menjadi penulis-1

16 Juli 2007 - 23:04 (Diposting oleh: Editor)WAWANCARA TINGKATKAN MOTIVASI MENULIS
Format buku dan wawancara mungkin merupakan dua hal yang sekilas susah disatukan. Tapi tampaknya hal itu bisa-bisa saja dilakukan dan bukan merupakan tabu. Apalagi kalau yang disampaikan memang menarik. Itulah salah satu yang bisa disimak dari buku Mengukir Kata Menata Kalimat (MKMK).
Dalam buku yang memaparkan rahasia Andrias Harefa menulis 30 buku best seller ini dibuktikan bahwa menulis itu sangat mudah. Betapa ngobrol selama 2 jam bisa ditulis dan dibukukan, meskipun jelas harus ada kedalaman dan keluasan pengetahuan dan wawasan dari yang diwawancara dan pewawancara.
Prinsipnya rekam saja obrolan yang menarik, lalu transkrip menjadi naskah tertulis serta tambahi dengan info-info yang bisa memperkaya dan menambah pemahaman pembaca. Ini semua tergantung kreativitas penulis untuk menambah dan mengurangi isi, asalkan tak terlalu menyimpang jauh bahasannya dan info yang ditambahkan memang relevan.
“Tapi karena gaya bicara Mas Andrias bagus dan komprehensif untuk dikutip, maka tidak ada data yang ditambah-kurangkan dalam editing. Semua pertanyaan dan jawaban dari wawancaralah yang ditulis dan dicetak dalam buku ini,” papar Edy Zaqeus, pewawancara, menjelaskan proses pembuatan buku.
Edy menambahkan pendekatan buku berisi 12 bab rahasia utama dan 50 tips jitu menulis yang sudah teruji itu memang agak berbeda. Dari pengamatan sangat jarang ada penerbit yang mau menerbitkan buku berisi wawancara dengan satu orang tentang satu topik khusus. Yang banyak ditemui adalah kumpulan wawancara yang dibukukan.
Cukup EfektifTentang pendekatan tanya jawab, dari pengalaman penulis cara ini memang cukup efektif. Satu wawancara dengan pakar NLP (Neuro-Linguistic Programming) Ronny F. Ronodirdjo yang dimuat di rubrik wawancara Pembelajar.com sejak lebih setahun lalu telah diklik/dibaca lebih dari 22.000 orang.
Yang istimewa, Ronny beberapa waktu lalu mengaku masih saja mendapat kontak dari mereka yang baru membaca wawancara tersebut. Ini bukan rekor karena masih ada beberapa wawancara dengan topik dan profil yang menarik yang bahkan lebih banyak diklik. Ada yang baru dimuat beberapa bulan telah diklik sekitar 20.000 orang.
Bagi penulis terus terang gaya ini memberi inspirasi untuk mewujudkan penulisan wawancara dalam bentuk buku tentang apa dan bagaimana tentang NLP secara lebih komprehensif. Yang jelas gaya mengalir sehingga lebih mudah dicerna pembaca karena tanya jawab yang spontan menjadi pertimbangan utama untuk melakukannya.

sumber : http://www.pembelajar.com/wmview.php?ArtID=943

Selasa, 04 September 2007

lagi bingungg.....

Bingung banget kalo lagi bete.....
Ada kerjaan bingung, gak ada kerjaan apa lagi....!!
Trus mo nya ngapain juga gak tau...
Terakhir ya gini doank....baca-baca artikel, dapat ilmu...
trus makan biar ndut....
gak tau lagu dah...
pening gw....